Musibah Karena Lalat

Musibah Karena Lalat

LALAT

فعن طارق بن شهاب عن سلمان الفارسي -رضي الله عنه- أنه قال: “دَخَلَ رَجُلٌ الْجَنَّةَ فِي ذُبَابٍ، وَدَخَلَ رَجُلٌ النَّارَ فِي ذُبَابٍ”. قَالُوا: وَكَيْفَ ذَلِكَ؟ قَالَ: “مَرَّ رَجُلانِ عَلَى قَوْمٍ لَهُمْ صَنَمٌ، لا يَجُوزُهُ أَحَدٌ حَتَّى يُقَرِّبَ لَهُ شَيْئًا، فَقَالُوا لأَحَدِهِمَا: قَرِّبْ، قَالَ: لَيْسَ عِنْدِي شَيْءٌ، قَالُوا: قَرِّبْ وَلَوْ ذُبَابًا، فَقَرَّبَ ذُبَابًا، قَالَ: فَخَلَّوْا سَبِيلَهُ، قَالَ: فَدَخَلَ النَّارَ، وَقَالُوا لِلآخَرِ: قَرِّبْ وَلَوْ ذُبَابًا، قَالَ: مَا كُنْتُ لأُقَرِّبَ لأَحَدٍ شَيْئًا دُونَ اللَّهِ، قَالَ: فَضَرَبُوا عُنُقَهُ، قَالَ: فَدَخَلَ الْجَنَّةَ

“Dari Thariq bin Syihab dari Salman Al Farisi -Semoga Alloh meridhai beliau- bahwa beliau berkata ; Ada seorang laki-laki masuk Surga karena lalat, dan ada seorang laki-laki masuk Neraka karena lalat. Para sahabat bertanya ; Bagaimana bisa demikian itu,.? Beliau lalu menjelaskan ; Dahulu ada dua orang melintasi satu kaum penyembah berhala, tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali mempersembahkan sesuatu kepada berhala tersebut. Maka penduduk kaum itu mengatakan kepada salah seorang diantara keduanya ; Persembahkan sesuatu (untuk berhala kami),.!. Ia lalu menjawab ; Aku tidak mempunyai apapun untuk di persembahkan. Mereka kembali berkata ; Persembahkan meskipun hanya dengan seekor lalat. Lalu laki-laki itu mempersembahkan (menyembelih) seekor lalat untuk berhala itu. Penduduk kaum tersebut lantas berkata ; Biarkanlah ia lewat. Beliau mengatakan : Maka ia lalu masuk Neraka. Mereka lalu mengatakan kepada yang satunya ; Persembahkan sesuatu (untuk berhala kami), meskipun hanya seekor lalat.! Ia menjawab ; Aku tidak akan mempersembahkan (menyembelih) untuk seorangpun selain untuk Alloh. Beliau berkata ; “Mereka lantas memenggal kepalanya, maka ia lalu masuk Surga”

Hadits di atas di riwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (6/473) no. 33038, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman (5/485) no. 7343, Imam Ahmad dalam Az Zuhd (1/15), juga dalam Hilyatul Auliya (1/203).

Status hadits :

Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Az Zuhud hal. 15, dari Thoriq bin Syihab dari Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu . Hadits ini dikeluarkan pula oleh Abu Nu’aim dalam Al Hilyah 1: 203, Ibnu Abi Syaibah dalam mushonnafnya 6: 477, 33028. Hadits ini mauquf shahih , hanya sampai sahabat. Lihat tahqiq Syaikh ‘Abdul Qodir Al Arnauth terhadap Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab hal. 49, Darus Salam terbitan.

Al Hafizh mengatakan bahwa jika Thoriq bertemu Nabi-shallallahu ‘alaihi wa sallam-, maka ia adalah sahabat. Jika tidak terbukti ia berbicara dari Nabi, maka dilihatnya adalah mursal shohabiy dan seperti itu maqbul atau diterima menurut pendapat yang rojih (terkuat). Ibnu Hibban menyetujui bahwa Thoriq wafat tahun 38 H. Lihat Fathul Majid , hal. 161, terbitan Darul Ifta ‘.

Surat Al An’am : 162 – 163

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانۡحَرۡ ؕ‏

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Al Kautsar: 2

وَلَا تَأْكُلُوا۟ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُۥ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰٓ أَوْلِيَآئِهِمْ لِيُجَٰدِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. Al-An’am (6): 121

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]وأنه كان رجال من الإنس يعوذون برجال من الجن فزادوهم رهقا

“Bahwa ada beberapa orang laki-laki dari manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, maka jin-jin itu hanya menambah dosa dan kesalahan” (QS. Al Jin: 6).

Khaulah binti Hakim menuturkan : aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من نزل منـزلا فقال : أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق، لم يضره شيء حتى يرحل من منـزله ذلك “. رواه مسلم

“Barang siapa yang singgah di suatu tempat, lalu ia berdo’a :

أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق

Aku berlindung dengan kalam Allah yang maha sempurna dari kejahatan semua mahluk yang Ia ciptakan) maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempatnya itu.” (HR. Muslim).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *